Tema BEC 2025 – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 mengusung tema besar bertajuk “NGELUKAT”, sebuah istilah yang dalam tradisi Jawa berarti proses penyucian diri, baik secara jasmani maupun rohani. Lebih dari sekadar tema, NGELUKAT menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara, dari kostum hingga koreografi, dari narasi visual hingga filosofi yang disampaikan ke publik.
NGELUKAT berasal dari kata dasar “lukat” yang berarti melepaskan atau membersihkan. Dalam konteks spiritual, proses ini diwujudkan melalui berbagai ritual tradisional seperti mandi kembang, tirakat, hingga doa bersama sebagai simbol membuang energi negatif, menyucikan diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
6 Subtema yang Menggambarkan Siklus Kehidupan
Dalam BEC 2025, NGELUKAT diterjemahkan ke dalam enam subtema yang menggambarkan fase penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam perspektif masyarakat Jawa dan Banyuwangi:
- Selapan – Simbol awal kehidupan dan rasa syukur atas kelahiran.
- Mudun Lemah – Menandai momen ketika bayi pertama kali menyentuh bumi.
- Sunatan – Ritus sakral sebagai peralihan menuju kedewasaan.
- Lamaran – Awal dari perjalanan cinta dan komitmen antar manusia.
- Penganten – Momen sakral penyatuan dua jiwa dalam pernikahan.
- Mitoni – Tradisi tujuh bulan kehamilan, sebagai doa dan perlindungan bagi ibu dan janin.
Setiap subtema akan dikemas dalam bentuk parade visual dan koreografi yang kuat, dipimpin oleh mayoret terpilih dan didukung ratusan peserta yang telah melalui pelatihan intensif.
Lebih dari Karnaval, Sebuah Perjalanan Spiritualitas Budaya
BEC 2025 bukan sekadar parade busana dan tari. Melalui tema NGELUKAT, Banyuwangi mengajak publik menyelami kembali akar budaya dan nilai spiritual yang kerap terlupakan. Ini menjadi bentuk perayaan atas kehidupan, sekaligus refleksi atas pentingnya pembersihan diri di tengah tantangan zaman modern.
“BEC selalu kami kemas bukan hanya untuk memukau secara visual, tapi juga menyampaikan pesan budaya yang dalam. Tema NGELUKAT ini sangat relevan—karena semua manusia, dalam hidupnya, butuh momen-momen menyucikan diri,” ujar salah satu tim kreatif BEC.
Dengan tema yang sarat makna dan pertunjukan yang dikurasi secara detail, BEC 2025 diharapkan kembali memikat perhatian publik nasional dan internasional, sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai panggung budaya dunia.