
Banyuwangi, 29 Mei 2025 – Ribuan warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, memadati area desa pada Kamis (29/5) untuk merayakan Festival Tumpeng Sewu, sebuah tradisi budaya tahunan yang mengangkat nilai syukur, kebersamaan, dan pelestarian warisan lokal masyarakat Osing.
Acara berlangsung semarak sejak pagi, dihadiri berbagai tokoh penting daerah. Hadir dalam kegiatan ini Kapolres Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., Kapolsek Glagah AKP Muji Wahyono, S.H., Danramil Rajegwesi Lettu Akhdi Hidayat, Unit Lettu Inf Punar, Kepala Desa Kemiren Moh Arifin, Babinsa Desa Kemiren Serda Moh Widodo, Bhabinkamtibmas Aipda Dharmo, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Ketua Adat Desa Kemiren, dilanjutkan dengan pidato Kepala Desa. Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi makan bersama ribuan tumpeng oleh warga dan para tamu undangan. Tradisi ini ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan untuk keberkahan dan kemakmuran desa.

Festival Tumpeng Sewu telah menjadi ikon budaya Desa Kemiren yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan produktivitas masyarakat. Warga secara swadaya menyiapkan tumpeng dan turut serta dalam seluruh rangkaian acara, menegaskan kuatnya nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Acara berlangsung tertib dan aman, mencerminkan sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan desa. Festival ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan kekayaan tradisi paling hidup di Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi, sektor pariwisata berbasis budaya seperti Festival Tumpeng Sewu terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal. Desa Kemiren, sebagai desa adat masyarakat Osing, tercatat sebagai salah satu destinasi budaya unggulan yang rutin dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan semangat produktif dan kekompakan sosial yang terus dijaga, Festival Tumpeng Sewu menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat desa mampu melestarikan warisan leluhur sambil tetap berkontribusi pada kemajuan daerah secara berkelanjutan.