google.com, pub-4375986082230734, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hadapi Musim Kemarau, Banyuwangi Bersihkan Semua DAM dan Embung

BANYUWANGI – Menyambut musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi gencar melakukan langkah antisipatif guna mencegah kekeringan. Salah satunya dengan rutin melakukan pengeringan dan pembersihan endapan (gelontor waled) di seluruh DAM, embung, dan bendung untuk memaksimalkan kapasitas tampungan air.

“Kami berkomitmen menjaga pasokan air irigasi agar tetap aman selama kemarau, sehingga petani tetap bisa tanam dan panen. Ini penting untuk memastikan produksi pangan tidak terganggu,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (9/5/2025).

Sekretaris Dinas PU Pengairan, Riza Al Fahrobi, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Banyuwangi telah mulai memasuki musim kemarau sejak April. Pihaknya bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) telah melakukan pembersihan sedimentasi di semua DAM dan embung untuk mengoptimalkan daya tampung air.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan secara gotong royong dengan para petani,” jelas Riza.

Banyuwangi sendiri memiliki 390 daerah irigasi yang mengairi sekitar 62.000 hektare lahan pertanian. Riza memastikan bahwa pasokan air yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendukung rencana tata tanam global.

“InshaAllah kondisi masih aman. Luasan sawah yang ada masih bisa tercakup oleh suplai air yang tersedia,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Ipuk juga meninjau Waduk Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo guna memastikan kesiapan pasokan air irigasi. Waduk tersebut diperkirakan mampu menyuplai air untuk sekitar 1.800 hektare lahan pertanian selama musim kemarau.